Tuhan menuntun umat-Nya, Israel, keluar dari Mesir agar mereka terbebas dari ikatan-ikatan duniawi sehingga mereka lebih fokus pada menyembah Allah mereka.
Dalam perjalanan mereka di padang gurun selama kurang lebih empat puluh tahun, Tuhan memberikan berbagai bentuk pengalaman dan pelajaran untuk memurnikan iman mereka kepada Allahnnya. Terbukti bahwa sangat banyak dari mereka yang mati binasa karena pelanggaran mereka dan karena ketiadaan iman.
Tuhan sebagai Allah mereka, memang mengharapkan agar umat pilihanNya itu sungguh-sungguh mengasihi Allahnya. Namun mereka sering kali gagal mengasihi Allah karena kuatnya godaan di sekeliling mereka, yang selalu berusaha mengalihkan perhatian umat itu kepada Allah. Bahkan tatkala mereka sedang beribadahpun Iblis masih sering mengalihkan pikiran dan perhatian mereka yang harusnya tertuju kepada Allah, tetapi dialihkan kepada hal-hal lain. Inilah yang menjadi keberatan Tuhan kepada umatNya sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi Tuhan yakni Yesaya dalam Yes. 58:1-14.
Oleh karena itu, Yesaya mengajak umat Israel untuk sungguh-sungguh mencari dan menikmati hadirat Tuhan pada saat mereka datang beribadah. Dengan menikmati hadirat Tuhan maka umat itu akan memiliki antusias dan semangat tinggi dalam beribadah. Raja Daud yang sudah menikmati hadirat Tuhan, akhirnya mengatakan "aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar