Sabtu, 04 November 2023

INDAHNYA KEDATANGAN PEMBAWA KABAR BAIK

 Roma 10:13-15 (TB)

13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Di masa pembuangan ke Asyur dan Babel, ada umat yang masih tertinggal di Kanaan dan hidup dalam keadaan yang memprihatinkan. Sesuai dgn janji Tuhan bahwa Ia akan memulangkan umat-Nya setelah lewat 70 tahun, mereka ini selalu menanti berita. Kedatangan pembawa berita damai dan kelepasan, adalah hal yg sangat menggembirakan.

Rasul Paulus mengutip ayat di Yesaya 52:7 dengan menghubungkannya kepada pembawa berita Injil Yesus Kristus. Kedatangan para pemberita Injil akan menghasilkan pertobatan. Mereka yang bertobat, percaya, dan berseru kepada Yesus Kristus akan diselamatkan. Inilah yang menjadikan betapa indahnya kedatangan para pembawa kabar baik (Injil).

Karena itu saudaraku, sambutlah dengan baik mereka yang diutus Tuhan ke tengah2 kamu, karena mereka membawa kabar baik untuk keselamatanmu.

Dan kepada para utusan Tuhan, fokuslah pada apa yang ditugaskan Tuhan padamu. Sampaikanlah Injil dengan benar, hiduplah sesuai Injil itu, sehingga orang lain menerima pemberitaanmu.

Salam misioner🙏


Minggu, 27 Januari 2013

Ibadah yang Berkenan Kepada Allah

Tuhan menuntun umat-Nya, Israel, keluar dari Mesir agar mereka terbebas dari ikatan-ikatan duniawi sehingga mereka lebih fokus pada menyembah Allah mereka.

Dalam perjalanan mereka di padang gurun selama kurang lebih empat puluh tahun, Tuhan memberikan berbagai bentuk pengalaman dan pelajaran untuk memurnikan iman mereka kepada Allahnnya. Terbukti bahwa sangat banyak dari mereka yang mati binasa karena pelanggaran mereka dan karena ketiadaan iman.

Tuhan sebagai Allah mereka, memang mengharapkan agar umat pilihanNya itu sungguh-sungguh mengasihi Allahnya. Namun mereka sering kali gagal mengasihi Allah karena kuatnya godaan di sekeliling mereka, yang selalu berusaha mengalihkan perhatian umat itu kepada Allah. Bahkan tatkala mereka sedang beribadahpun Iblis masih sering mengalihkan pikiran dan perhatian mereka yang harusnya tertuju kepada Allah, tetapi dialihkan kepada hal-hal lain. Inilah yang menjadi keberatan Tuhan kepada umatNya sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi Tuhan yakni Yesaya dalam Yes. 58:1-14.

Oleh karena itu, Yesaya mengajak umat Israel untuk sungguh-sungguh mencari dan menikmati hadirat Tuhan pada saat mereka datang beribadah. Dengan menikmati hadirat Tuhan maka umat itu akan memiliki antusias dan semangat tinggi dalam beribadah. Raja Daud yang sudah menikmati hadirat Tuhan, akhirnya mengatakan "aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa".

Malaikat Tuhan Berjalan di Depanmu

Keluaran 32:34 "Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."

Tugas Musa menuntun umat pilihan Tuhan menuju tempat yang telah Tuhan pilih yakni Tanah Kanaan, adalah suatu tugas yang amat berat bagi Musa. Demikian pula bagi bangsa Israel, perjalanan itu adalah perjalanan yang amat menantang. Misi perjalanan itu adalah untuk mewujudkan rencana Allah yang agung bagi seluruh bumi.

Untuk kondisi demikian, tentulah Musa dan bangsa Israel tidak akan berani menjalaninya. Memang, bila mereka hanya mengandalkan kekuatan sendiri, sudah pasti tidak akan berhasil. Namun, dalam pemberian tugas ini, Allah memberikan jaminan penyertaanNya bagi Musa dan bagi Bangsa Israel dengan mengatakan "akan berjalan malaikat-Ku di depanmu".

Malaikat Tuhan yang berjalan di depan mereka menuntun mereka dan menolong mereka menumpas habis bangsa-bangsa yang menghalangi perwujudan rencana Allah. 
Semoga kita juga menyadari dan merasakan penyertaan Tuhan yang sempurna dalam seluruh kehidupan kita hingga kita mencapai tujuan dan maksud Allah dalam kehidupan kita.