Minggu, 27 Januari 2013

Ibadah yang Berkenan Kepada Allah

Tuhan menuntun umat-Nya, Israel, keluar dari Mesir agar mereka terbebas dari ikatan-ikatan duniawi sehingga mereka lebih fokus pada menyembah Allah mereka.

Dalam perjalanan mereka di padang gurun selama kurang lebih empat puluh tahun, Tuhan memberikan berbagai bentuk pengalaman dan pelajaran untuk memurnikan iman mereka kepada Allahnnya. Terbukti bahwa sangat banyak dari mereka yang mati binasa karena pelanggaran mereka dan karena ketiadaan iman.

Tuhan sebagai Allah mereka, memang mengharapkan agar umat pilihanNya itu sungguh-sungguh mengasihi Allahnya. Namun mereka sering kali gagal mengasihi Allah karena kuatnya godaan di sekeliling mereka, yang selalu berusaha mengalihkan perhatian umat itu kepada Allah. Bahkan tatkala mereka sedang beribadahpun Iblis masih sering mengalihkan pikiran dan perhatian mereka yang harusnya tertuju kepada Allah, tetapi dialihkan kepada hal-hal lain. Inilah yang menjadi keberatan Tuhan kepada umatNya sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi Tuhan yakni Yesaya dalam Yes. 58:1-14.

Oleh karena itu, Yesaya mengajak umat Israel untuk sungguh-sungguh mencari dan menikmati hadirat Tuhan pada saat mereka datang beribadah. Dengan menikmati hadirat Tuhan maka umat itu akan memiliki antusias dan semangat tinggi dalam beribadah. Raja Daud yang sudah menikmati hadirat Tuhan, akhirnya mengatakan "aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa".

Malaikat Tuhan Berjalan di Depanmu

Keluaran 32:34 "Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."

Tugas Musa menuntun umat pilihan Tuhan menuju tempat yang telah Tuhan pilih yakni Tanah Kanaan, adalah suatu tugas yang amat berat bagi Musa. Demikian pula bagi bangsa Israel, perjalanan itu adalah perjalanan yang amat menantang. Misi perjalanan itu adalah untuk mewujudkan rencana Allah yang agung bagi seluruh bumi.

Untuk kondisi demikian, tentulah Musa dan bangsa Israel tidak akan berani menjalaninya. Memang, bila mereka hanya mengandalkan kekuatan sendiri, sudah pasti tidak akan berhasil. Namun, dalam pemberian tugas ini, Allah memberikan jaminan penyertaanNya bagi Musa dan bagi Bangsa Israel dengan mengatakan "akan berjalan malaikat-Ku di depanmu".

Malaikat Tuhan yang berjalan di depan mereka menuntun mereka dan menolong mereka menumpas habis bangsa-bangsa yang menghalangi perwujudan rencana Allah. 
Semoga kita juga menyadari dan merasakan penyertaan Tuhan yang sempurna dalam seluruh kehidupan kita hingga kita mencapai tujuan dan maksud Allah dalam kehidupan kita.